Minggu, 16 Oktober 2011

TKW Perlu Pahami Manajemen Keuangan



Kendal, CyberNews. Tenaga kerja wanita perlu memahani cara mengelola keuangan. Hal itu supaya hasil keringat mereka selama bekerja di luar negeri tidak sia-sia, sehingga, ketika masa kontrak selesai dan tidak bisa meneruskan bekerja di luar negeri karena faktor usia, mereka telah mempunyai simpanan uang. Uang tersebut bisa digunakan untuk modal usaha.
"Fenomena yang terjadi saat ini, hasil kerja kerasnya selama di luar negeri tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Saat harus kembali ke daerahnya, tidak memiliki simpanan uang," kata Ketua Forum Peduli TKI (FPT) Kendal Unggul Priambobo dalam diskusi bertema Cara Tepat Mengelola Keuangan TKW, Senin (10/10).
Diskusi yang dihadiri sekitar 70 calon tenaga kerja wanita tersebut juga menghadirkan nara sumber pendamping TKW dari Yogyakarta, Dra Mursidah Rambe. Peserta diskusi merupakan calon TKW yang siap bekerja di luar negeri seperti Hongkong, Taiwan, dan Singapura.
Menurut Unggul, tidak sedikit kasus yang menimpa TKW, ketika kondisi keuangan habis, mereka kembali bekerja ke luar negeri. Padahal, jika bisa mengelola keuangan dengan baik, hasil keringatnya selama di luar negeri, bisa digunakan untuk modal usaha.
"Dengan begitu, TKI/TKW tidak perlu berangkat lagi ke luar negeri. Mereka bisa membuka toko kecil-kecilan dan bisa lebih banyak menghabiskan waktunya bersama keluarga," tuturnya.
Ditambahkan, banyak TKW yang tidak bisa mengelola uang hasil jerih payahnya. Hal itu membuat mereka menghambur-hamburkan uangnya untuk hal-hal yang tidak perlu. "Di Hongkong, harga-harga terbilang murah. Kondisi itu memacu TKW untuk konsumtif," kata dia.
Melalui tersebut, kata dia, para TKW diharapkan bisa mengatur dan mengelola keuangannya dengan baik, sehingga ketika kontrak kerja habis dan harus kembali ke daerah, masih memiliki simpanan uang. "Dengan modal tersebut, bisa menjadi membuka usaha sehingga tidak perlu kembali menjadi TKW," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar